Pernahkah kamu merasa sudah bekerja seharian, lari sana-sini, membalas puluhan email, tapi saat malam tiba, rasanya tidak ada satu pun pekerjaan penting yang tuntas? Jika iya, selamat datang di klub “Sok Sibuk”.
Banyak orang salah kaprah. Mereka pikir produktivitas itu artinya mengerjakan semua hal sekaligus. Padahal, produktivitas sejati adalah tentang mengerjakan hal yang tepat di waktu yang tepat. Jika kamu terus-menerus merasa dikejar deadline dan kehabisan napas, berarti ada yang salah dengan cara mengatur waktu agar produktif yang kamu terapkan selama ini. Mari kita perbaiki pola pikir tersebut dengan strategi yang lebih manusiawi.
Baca juga: Rincian Modal Usaha Pertamini dan Keuntungannya di 2026
1. Kenali “Golden Hour” Tubuhmu
Setiap orang punya jam biologis yang berbeda. Ada tipe morning person yang otaknya encer jam 7 pagi, ada juga tipe “kalong” yang baru panas mesinnya jam 8 malam. Jangan memaksakan diri mengerjakan tugas berat (seperti membuat laporan atau coding) di saat energimu sedang low. Gunakan jam-jam emasmu untuk deep work (kerja fokus), dan gunakan jam ngantukmu untuk pekerjaan administratif ringan seperti membalas chat atau merapikan file.
2. Terapkan Teknik Podomoro (Pomodoro)
Otak manusia bukan mesin yang bisa digeber non-stop 8 jam. Fokus kita biasanya menurun setelah 25-40 menit. Cobalah teknik Pomodoro: Kerja fokus 25 menit, istirahat 5 menit. Ulangi siklusnya.
Teknik ini memaksa otak untuk berpacu dengan waktu, bukan meluruskannya. Kamu bisa mempelajari lebih detail tentang apa itu teknik Pomodoro dan cara penerapannya di artikel panduan karir Glints. Di sana dijelaskan bahwa istirahat singkat justru “me-reset” otak agar tidak cepat jenuh, yang merupakan elemen vital dalam menjaga konsistensi kerja jangka panjang.
3. Stop Multitasking, Mulai “Single-tasking”
Ini adalah kunci utama dalam cara mengatur waktu agar produktif di era digital. Kita sering bangga bisa membalas WhatsApp sambil ikut meeting Zoom dan mengetik dokumen. Keren? Tidak. Itu justru menurunkan IQ kerjamu. Multitasking sebenarnya hanya membuat otakmu lelah karena harus berpindah fokus (switching cost) terus-menerus. Cobalah kerjakan satu hal sampai selesai, baru pindah ke hal lain. Hasilnya akan jauh lebih cepat dan minim revisi.
4. Buat Skala Prioritas (Matriks Eisenhower)
Tidak semua tugas itu penting. Pilahlah tugasmu menjadi 4 kuadran:
- Penting & Mendesak: Kerjakan sekarang (misal: deadline besok).
- Penting tapi Tidak Mendesak: Jadwalkan (misal: olahraga, belajar skill baru).
- Mendesak tapi Tidak Penting: Delegasikan (misal: angkat telpon, balas komen sosmed).
- Tidak Penting & Tidak Mendesak: Hapus/Hindari (misal: scrolling TikTok berjam-jam).
Waktu adalah satu-satunya aset yang tidak bisa diisi ulang. Mengelolanya bukan berarti membuat hidupmu kaku seperti robot, melainkan memberimu kebebasan untuk menikmati sisa hari tanpa rasa bersalah.
Mulailah dengan satu langkah kecil hari ini, misalnya dengan berhenti multitasking. Ingat, konsistensi adalah kunci. Semoga tips sederhana mengenai cara mengatur waktu agar produktif ini bisa membantumu meraih kembali kendali atas hidupmu. Selamat berkarya!






